Pengertian Masa Remaja dan Bentuk Kenakalan Remaja

Pengertian Masa Remaja dan Bentuk Bentuk Kenakalan Remaja - Kenakalan remaja merupakan perilaku para remaja yang menyimpang dari norma norma dan aturan yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu, perilaku tersebut harus dicegah dan dihindari oleh para remaja. Remaja harus mempunyai pengendalian diri yang baik. Pengendalian diri merupakan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Jika remaja memiliki rasa iman yang tebal maka tidak akan mudah terpengaruh kenakalan remaja.


Masa remaja adalah masa senang berhura hura. Kebiasaan anak remaja inginnya bebas. Aturan aturan yang ada terkadang dilanggar. Jika dinasihati oleh orang lain sering tidak memerhatikan. Masa remaja biasanya berlangsung antara usia 13 tahun sampai 18 tahun.

Masa remaja mempunyai ciri ciri sebagai berikut :

1. Berusia antara 13 - 18 tahun                                      
2. Suka mengidolakan tokoh.                                          .
3. Suka melawan masihat orang lain.                               
4. Suka mencari perhatian orang lain                               
5. Suka selalu ingin bebas.
6. Suka berhura hura
7. Suka meniru perilaku tokoh
8. Suka berkelompok
9. Mudah terpengaruh perbuatan buruk orang lain

Bentuk Bentuk kenakalan remaja

Kenakalan remaja adalah perilaku yang menyimpang atau melanggar aturan (norma) dan tata krama yang berlaku dalam masyarakat. Kenakalan remaja banyak contohnya antara lain :

a. Tawuran pelajar

source img : https://m.tempo.co/read/news/2

Perkelahian antarpelajar atau tawuran adalah perkelahian yang melibatkan banyak pelajar. Perkembangan jiwa remaja masih labil, emosinya lebih menonjol daripada rasionya. Di samping itu, remaja belum mampu mempertimbangkan akibat negatif segala sesuatu yang dilakukan. Hasrat untuk mendapatkan pengakuan menjebaknya dalam perkelahian antarpelajar. Padahal perbuatan tersebut menyimpang dan merugikan,  bagi dirinya sendiri maupun orang lain yang terkena imbasnya.

Pemicu tawuran kadang sepele seperti saling mengejek di antara pelajar. Rasa solidaritas negatif lalu membawa para pelajar melibatkan diri, padahal sebenarnya tidak terlibat langsung dalam persoalan tersebut. Ada yang ikut dengan alasan membela kelompoknya, ada pula yang terpaksa ikut karena dikatakan tidak punya keberanian (nyali).

Tawuran pelajar telah melanggar aturan dan norma masyarakat. Solidaritas yang sebenarnya positif berubah menjadi mobilisasi massa yang merugikan dan menggangu ketertiban umum. Dalam keadaan kacau seperti ini, tentu saja suasana belajar disekolah masing masing jadi terganggu. Selain itu, orang tua dan masyarakat luas menjadi resah.

b. Penyalahgunaan narkoba.

Narkoba diartikan sebagai narkotika dan obat obatan berbahaya. Ada juga pihak lain yang mengistilahkan narkoba adalah NAPZA, yaitu narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Narkoba merupakan zat yang apabila masuk ke dalam tubuh akan memengaruhi fungsi tubuh, terutama kinerja saraf pusat atau otak sehingga penggunaan yang disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik dan psikis.

source img : http://news.okezone.com

Penyalahgunaan narkoba adalah penggunaan narkoba yang dilakukan bukan untuk pengobatan, tetapi karena ingin menikmati pengaruhnya dalam jumlah yang berlebih yang tidak teratur dan berlangsung lama sehingga menyebabkan gangguan fisik, mental dan sosial.

Ada beberapa pola pemakaian narkoba, antara lain sebagai berikut :

1. Pola coba coba karena iseng dan ingin tahu sensasinya.
2. Pola pemakaian sosial, yaitu pemakaian untuk tujuan pergaulan.
3. Pola pemakaian situsional, yaitu karena situasi tertentu, seperti kesepian, dan stres.
4. Pola kebiasaan (habituasi), yaitu sudah memakai narkoba secara teratur
5. Pola ketergantungan (kompulsif) dengan gejala timbulnya toleransi dan atau gelaja putus zat.

Anak remaja khususnya pelajar merupakan sasaran yang rawan terhadap peredaran narkoba. Secara psikologis mereka memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar. Apabila melihat atau mendengar ada sesuatu yang baru baginya maka biasanya timbul keinginan untuk mencoba. Keadaan inilah yang sering dimanfaatkan oleh para pengedar narkoba untuk memasarkan barangnya kepada para pelajar.

Dampak penyalahgunaan narkoba bagi pemakai antara lain gangguan fisik dan psikis. Adapun bagi masyarakat akan menimbulkan keresahan dan memicu tindak kriminal pemakainya. Menurut Dadang Hawari penyalahgunaan narkobat mengakibatkan ;

1. Merusak hubungan kekeluargaan.
2. Menurunkan kemampuan belajar.
3. Membuat seseorang tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
4. Membuat seseorang berperilaku antisosial.
5. Merosotnya produktivitas kerja.
6. Mengganggu kesehatan.
7. Meningkatkan tindak kriminal.
8. Terjadinya cedera, cacat, hingga kematian.
9. Terjadinya perkelahian.

c. Coret coret tempat umum

source img : http://poskotanews.com

Kita sering melihat berbagai tulisan di pinggir jalan berupa kata kata yang tidak jelas maknanya. Coretan coretan tersebut biasanya dilakukan oleh para remaja iseng. Akan tetapi, perbuatan iseng tersebut telah mengotori keindahan (estestika) kota.

d. Kebut kebutan di jalan

source img : http://jabarmerdeka.co

Kegiatan kebut kebutan biasanya dilakukan pada akhir pekan. Kegiatan biasanya dilakukan pada malam hari atau menjelang dini hari. Mereka beradu nyali sesama remaja. Mereka melakukan balapan liar tanpa mengindahkan keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Selain menganggu ketertiban umum, juga menganggu ketentraman dan kenyamanan warga di sekitar arena barap liar tersebut.

Keempat perilaku diatas merupakan perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Ada empat faktor yang menyebabkan perilaku menyimpang, yaitu:

1. Ketidaksempurnaan sosialisasi
2. Menganut suatu kebudayaan yang menyimpang
3. Kesalahan memahami informasi
4. Ikatan sosial yang menyimpang.
 
Pengertian Masa Remaja dan Bentuk Kenakalan Remaja - mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon di maafkan apabila ada salah salah kata, ilmu yang saya ambil ini berdasarkan buku kelas 6, sekian dan terimakasih.