Nilai Nilai yang Terkandung dalam Upacara Adat Perkawinan Betawi

Pengertain adat adat betawi dan Nilai Nilai yang Terkandung dalam Upacara Adat Perkawinan Betawi - Setiap suku mempunyai adat istiadat yang berbeda beda. Adat istiadat merupakan aturan aturan yang tidak tertulis dan diakui secara turun temurun. Perkembangan zaman dan teknologi menyebabkan adat istiadat menjadi berubah dan mulai memudar. Padahal adat istiadat adalah salah satu kekayaan budaya bangsa. Salah satunya terjadi pada adat istiadat suku betawi.

source img L budaya-indonesia.org

Kota jakarta pada zaman penjajahan belanda dinamakan Batavia. Kota Jakarta beberapa kali mengalami pergantian nama. Setelah nama Batavia, kemudian diganti menjadi Jayakarta, lalu diganti menjadi Jakarta. Penduduk asli kota Jakarta adalah suku Betawi. Penduduk asli merupakan penduduk yang secara turun menurun mendiami sebuah tempat. Penduduk asli jakarta berarti penduduk yang mendiami Jakarta sejak awal berdiri

Suku betawi memiliki banyak adat istiadat, misalnya : upacara pengantin, upacara turun tanah, upacara khitanan, dan sebagainya. Upacara adat betawi merupakan peninggalan nenek moyang suku betawi. Untuk melaksanakan upacara adat Betawi, memerlukan persiapan yang matang. Karena biaya untuk melaksanakan upacara tersebut cukup mahal. Oleh karena itu, di zaman sekarang orang betawi jarang melaksanakan upacara adat Betawi secara utuh

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Upacara Adat Perkawinan Betawi

1. Nilai nilai dalam Acara Melamar

Melamar dilakukan oleh pihak si pemuda. Tujuan melamar adalah untuk menanyakan kepada pihak si gadis, apakah si pemuda diperbolehkan melamar si gadis? Pihak pemuda menanyakan terlebih dahulu, apakah si gadis sudah ada yang melamar atau belum. Pihak pemuda tidak memaksakan kehendak kepada pihak si gadis. Dalam hal ini berarti pihak pemuda menghargai pihak si gadis.

2. Nilai nilai dalam Masa Pertunangan

Setelah lamaran di terima, si pemuda boleh mengadakan pertemuan dengan si gadis. Akan tetapi, harus memerhatikan nilai nilai moral agama dan sopan santun. Pertemuan dimaksudkan supaya si pemuda dan si gadis dapat melakukan penyesuaian diri tentang kepribadian masing masing.

Dalam masa pertunangan, nilai nilai keagamaan harus diutamakan. Moral agama dijadikan sebagai pedoman agar antara si pemuda dan si gadis membatasi diri dalam pergaulan. Hal hal seperti itu perlu kamu tiru. Dalam bergaul kamu hendaknya membatasi diri dengan nlai nilai moral agama. Terapkanlah nilai nilai moral dan sopan santun dalam pergaulan sehari hari

3. Nilai nilai dalam menentukan hari pernikahan

Dalam menentukan hari pernikahan, kedua belah pihak melakukan musyarawah. Musyawarah untuk mencapai mufakat. Pada saat musyawarah, antara pihak pemuda dan sigadis saling menghormati. Jadi, dalam kehidupan sehari hari kamu hendaknya dapat bermusyawarah untuk mencapai mufakat. Segala permasalahan hendaknya dilakukan dengan musyawarah.

4. Nilai nilai dalam Acara mengantar peralatan

Mengantar peralatan adalah membawa barang barang rumah tangga. Bawaan yang diserahkan kepada pihak si gadis menunjukkan kesiapan si pemuda untuk berumah tangga. Kesiapan si pemuda menunjukkan sikap kesunguhan.

Perilaku siap siaga dan kesungguhan dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari hari. Sebagai pelajar kamu hendaknya siap siaga dan sungguh sungguh dalam menghadapi segala sesuatu. Kamu harus sungguh sungguh dalam belajar. Dengan snugguh sungguh kamu akan mencapai hasil yang memuaskan.

5. Nilai nilai dalam Acara menyerahkan uang sembah

Nilai nilai dalam acara menyerahkan uang sembah adalah untuk membuka hubungan antara kedua belah pihak. Dalam kehidupan sehari hari kamu hendaknya dapat melakukan hubungan baik dengan orang lain. Hubungan dilakukan untuk menciptakan kesatuan dan persatuan.

Uang sembah diberikan sendiri oleh si pemuda. Hal ini juga menyisaratkan bahwa sebagai pemuda mempunyai tanggung jawab. Kamu sebagai generasi penerus juga harus mempunyai tanggung jawab. Tanggung jawab artinya berani menanggung risiko tentang apa yang diperbuatnya. Wujudkan rasa tanggung jawabmu sebagai pelajar.

6. Nilai nilai dalam Acara seserahan

Acara seserahan merupakan acara wajib bagi pihak calon pengantin pria. Kwajiban tersebut diwujudkan dengan bawaan yang dibawa, berupa berbagai macam kebutuhan sehari hari. Halini juga menunjukkan bahwa pihak calon pengantin pria membantu pihak wanita. Bantuan berupa barang tersebut untuk keperluan pesta pernikahan.

Jadi, dalam kehidupan sehari hari hendaknya kamu dapat menerapkan nilai tanggung jawab. Selain itu, kamu hendaknya tolong menolong dalam hal kebaikan. Tolong menolong adalah sikap yang terpuji

7. Nilai nilai yang Terkandung dalam Acara nikah

Acara nikah dilaksanakan di depan penghuku. Berarti, acara nikah dilakukan menurut tata cara agama. Hal ini menunjukkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sebagai umat beragama kamu juga harus mengalkan ajaran ajaran agama yang dianut. Sudahkah kamu menjalankan ajaran agama kalian sendiri?

8. Nilai nilai dalam mengarak Pengantin

Mengarak pengantin dilakukan dengan berjalan kaki. Mereka berbaris dengan tertib. Dalam hal ini, ada nilai yang dapat kamu ambil. Sikap terti dapat kamu terapkan dalam kehidupan di mana saja dan kapan saja. Budaya tertib menunjukkan budaya disiplin. Oleh karena itu, kita harus disiplin dimana saja kita berada.

Dalam mengarak pengantin, ada iringan musik keagamaan. Alat yang dipakai adalah rebana dan lagu lagu keagamaan dalam acara mengarak pengantin.

9. Nilai nilai dalam acara pesta penutup

Pada acara pesta penutup, diadakan kunjungan ke rumah saudara sudara pengantin pria. Kedua mempelai juga berkunjung ke rumah orang yang lebih tua. Dalam hal ini, ada nilai nilai yang dapat kamu tiru. Menghormati orang tua adalah kewajiban bagi setiap orang. Hormatilah orang tuamu dan orang orang yang lebih tua dari mu !

Jadi dalam upacara adat pernikahan betawi terdapat nilai nilai yang dapat di terapkan dalam kehidupan sehari hari. Nilai nilai tersebut yakni :

1. Tidak memaksakan kehendak
2. Hormat menghormati
3. Ketakwaan terhadap Tuhan YME
4. Kesiapsiagaan
5. Ketertiban
6. Tolong menolong
7. Musyawarah
8. Tanggung Jawab