Tuesday, October 18, 2016

Makna Beriman Kepada Qada dan Qadar dalam Kehidupan

Makna Beriman Kepada Qada dan Qadar dalam Kehidupan - Qada dan Qadar atau takdir berjalan menurut hukum "Sunnatullah". Artinya keberhasilan hidup seseorang sangat tergantung sejalan atau tidak dengan sunnatullah. Sunatullah adalah hukum hukum Allah Swt. yang disampaikan untuk umat manusia melalui para Rasul, yang tercantum di dalam al-Qur'an berjalan tetap dan otomatis. misalnya malas belajar berakibat bodoh, tidak mau bekerja akan miskin, menyentuh api akan merasakan panas, menanam benih akan tumbuh dan lain sebagainya.

Kenyataan menunjukkan bahwa siapa pun orangnya tidak mampu mengetahui takdirnya. Jangankan peristiwa masa depan, hari esok terjadi apa, tidak ada yang mampu mengetahuinya. Siapa pun yang berusaha dengan sungguh sungguh sesuai hukum hukum Allah Swt. dipastikan akan memperoleh keberhasilan dan mendapatkan cita cita sesuai tujuan yang di tetapkan.

Berkaitan dengan makna beriman kepada Qada dan Qadar, dapt diketahui bahwa nasib manusia telah ditentukan oleh Allah Swt. sejak sebelum ia dilharikan. Walaupun setiap manusia telah ditentukan nasibnya, tidak berarti bahwa manusia hanya tinggal diam menunggu nasib tanpa berusaha dan ikhtiar. Manusia tetap berkewajiban untuk berusaha, sebab keberhasilan tidak datang dengan sendirinya.

Janganlah sekali kali menjadikan takdir itu sebagai alasan untuk malas berusaha dan berbuat kejahatan. Pernah terjadi pada zaman Khalifah umar bin Khattab, seseorang pencuri tertangkap dan dibawa ke hadapan Khalifah Umar bin Khattab.

"Mengapa engkau mencuri?" Tanya Khalifah Pencuri itu menjawab, "Memang Allah sudah menakdirkan saya menjadi pencuri" Mendengar jawaban demikian, Umar marah, lalu berkata, " Pukul saja orang ini dengan cemeti, setelah itu potonglah tangannya!" para sahabat lain bertanya, "Mengapa hukumannya diberatkan seperti itu?" Umar menjawab, "Ya, itulah yang setimpal. Ia wajib dipotong tangannya sebab mencuri dan wajib dipukul karena berdusta atas nama Allah".

Berimakan kepada takdir selalu berkaitan dengan 4 hal yang selalu berhubungan dan tidak terpisahkan. Keempat hal itu adalah iman kepada takdir itu sendiri, Ikhtiar, do'a dan Tawakal

Makna Beriman Kepada Qada dan Qadar dalam Kehidupan
 sumber img : belajarbagus.net/


a). Takdir

Mengapa manusia tidak mampu terbang laksana burung, tumbuh tumbuhan berkembang subur, lalu layu dan kering. Rumput rumput subur bila selalu disiram dan sebaliknya bila dibiarkan tanpa pemeliharaan akan mati. Semua contoh tersebut adalah ketentuan Allah Swt. dan itulah yang disebut dengan TAKDIR.

Manusia mempunyai kemampuan terbatas sesuai dengan ukuran yang diberikan Allah Swt. kepadanya di samping itu, manusia berada di bawah hukum hukum tersebut (Qauliyah dan Kauniah). hanya berbeda dengan makhluk selain manusia, misalnya matahari, bulan dan planet lainnya, seluruhnya ditetapkan takdirnya tanpa bisa di tawar tawar (Q.S Fussilat/41:11)

Manusia makhluk yang paling sempurna, oleh karena itu ia diberi kemampuan memilih bahkan pilihannya cukup banyak. Manusia dapat memilih ketentuan (takdir) Allah Swt. yang ditetapkan keberhasilan atau kemalangan, kebahagiaan atau kesengsaraan, menjadi orang yang baik atau tidak (Q.S Al-kahfi/18:29). namun harus diingat setiap pilihan yang diambil manusia. pada saat yang sama manusia dimintai pertanggungjawaban terhadap pilihannya itu, karena dilakukan atas kesadarn sendiri. Firman Allah Swt.

"Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaanya, sungguh beruntung oorang yang mensucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya " (Q.S. asy-syams/91:8-10).

"Apakah manusia mengira dibiarkan tanpa pertanggungjawaban?" (Q.S Al-Qiyamah/75:36)

Beberapa tamsil peristiwa ini akan dapat memudahkan dalam memahami persoalan takdir. dikisahkan ketika umar bin Khattab akan berkunjung ke negeri Syam beliau mendengar berita bahwa disana sedang terjadi wabah penyakit, sehingga beliau membatalkan rencananya tsb. Kemuadian seseorang tampir bertanya "Apakah anda lari/menghindar dari Takdir Allah?" umar serta nerta menjawabnya "Saya lari/menghindari dari takdir Allah kepada takdir-Nya yang lain"

Sejak zaman Rasulullah saw. telah terjadi kekeliruan dalam menyikapi takdir, salah satunya beliau bersabda : "Pada akhir zaman ada suatu golongan yang berbuat kemaksiatan dengan (sangat enaknya) mereka berkata : Allah swt telah menakdirkan saya mencuri"

Peristiwa peristiwa tersebut menunjukkan kesalahan dalam memahami takdir, padahal dengan tegas Allah Swt. melarangnya. Akhlak yang diajarkan islam adalah setiap keburukan yang menimpa merupakan kesalahan kita sebagai manusia, sementara segala sesatu kebaikan dan keberhasilan merupakan anugerah dari Allah swt.

b. Ikhtiar

Ikhtiar adalah berusaha dengan sungguh sungguh dan sepenuh hati dalam menggapai cita cita dan tujuan. Allah Swt. menentukan takdir, kita ebagai manusa berkewajiban melalukan ikhtiar. Jika Allah telah menentukan, kenapa ada ikhtiar?

Perhatikan Firman Allah dalam Q.S al-Anbiyaa'/21:90 yang artinya "sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera, dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik." Kemudian dalam Q.S al-Mukminuun/23:60. Allah swt berfirman "Mereka itu bersegera untuk mendapatkan kebaikan kebaikan, dan merekalah orang orang yang segera memperolehnya"

Dari bebera[a ayat di atas , Allah swt mendorong manusia untuk berusaha, berlomba dan berkompetisi menjadi orang yang tercepat. Siapa pun yang berusaha dengan sungguh sungguh, berarti dia sedang menuju keebrhasilan. Pepata arab mengatakan " Man jadda wajada" artinya "siapapun orang yang bersungguh sungguh akan memperoleh keberhasilan"

Rasul saw bersabda " Bersegeralah melakukan aktivitas kebajikan sebelum dihadapkan pada tujuh penghalang. Akankah kalian menunggu kekafiran yang menyisihkan, kekayaan yang melupakan. Penyakit yang menggerogoti., penuaan yang melemahkan, kematian yang pasti ataukah dajjal, kehajatan terburuk yang pasti datang, ataukan bahkan kiamat yang sangat amat dahsyat"? (HR.at-Tirmidzi)

jika sudah diikhtiarkan namun kegagalan yang diperoleh, maka dalam hubungannya inilah letak "Rahasia Illahi" meskipun begitu, Allah tidak menyia nyiakan semua amal yang sudah dilakukan, walaupun gagal. Firman Allah " dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya), kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna (Q.S. an-Najm/53:39-41)

Berdasarkan penjelasan diatas, jelaslah kenapa Allah mewajibkan manusia berikhtiar, walaupun sudah ditentukan Qada dan Qadarnya, di pundah manusia lah kunci keberhasilan dan keberuntungan hidupnya. Di samping itu, begitu banyak anugerah yang telah Allah berikan kepada manusia berupa : naluri, panca indera, akal , kalbu dan aturan agama, sehingga lengkaplah sudah bekal yang dimiliki manusia menuju kebahagiaan hidup yang di inginkannya

c). Do'a

Do'a adalah ikhtiar batin yang besar pengaruhnya bagi manusia yang meyakininya. Hal ini karena do'a merupakan bagian dari motivasi instrinsik, Bagi yang meyakininya., do'a akan memberikan energi dalam menjalani ikhtiarnya, karena Allah Swt telah berjanji untuk mengabulkan permohonan orang yang bersungguh sungguh memohon Firman Allah "Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a, apabila ia berdo'a kepada-Ku,.." (Q.S Al-Baqarah/2:186).

d). Tawakal

setelah meyakini dan mengimani takdir, kemudia dibarengi dengan ikhtiar dan do'a, maka tibala manusia mengambil sikap tawakal. Tawakal adalah "Menyerahkan segala urusan dan hasil iktiarnya hanya kepada Allah swt. dasar pengertian tawakal diambil dari peristiwa yang terjadi pada zaman rasul, pada suatu hari datang seorang sahabat ke kediaman beliau, (Ada peristiwa ganjil menurut pandangan Rasul), sehingga beliau berkata " Kenapa unta kalian tidak ditambatkan?" ia menjawab "Tidak ya Rasulullah, karena saya telah bertawakal. kemudian Rasul pun menjawab "Tambatkan dulu unta kalian, baru bertawakal!"

Peristiwa ini menyimpulkan pemahaman bahwa sikap tawakal baru boleh dilakukan setelah usaha yang sungguh sungguh sudah dijalankan. Hal ini juga memberikan pemahaman bahwa tawakal itu terkait erat dengan ikhtiar, atau dapat disimpulkan bahwa tidak ada tawakal tanpa ikhtiar. Firman Allah " Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhya Allah menyukai orang orang yang berawakal kepada-Nya" (Q.S Ali-Imran/3:159).

Makna Beriman Kepada Qada dan Qadar dalam Kehidupan  - mungkin itu yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon di maafkan karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan, apabila ada kata kata yang kurang berkenan atau typo (salah kata dalam penyampaian) mohon di maafkan karena saya nulis artikel ini malem, sumber yang saya ambil untuk menulis artikel ialah dari buku sekolah saya keluaran K13 (kurikulum 2013).