Nilai Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia

Nilai Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia - Belajar dari kehidupan manusia pada masa paraksara, maka terdapat nilai nilai budaya dan tradisi yang dapat kita ambil sebagai pelajaran dan suri teladan. Nilai nilai budaya dan tradisi ini masih terlihat dalam kehidupan masyarakat indonesia hingga saat ini. Nilai nilai tersebut antara lain adalah

 source img : sejarahindonesiadahulu.blogspot.co.id

a. Nilai Religius (Kepercayaan)

Masyarakat praaksara sudah memiliki kepercayaan terhadap adanya kekuatan ghaib. Mereka memercayai bahwa pohon rimbun yang tinggi besar, hutan lebat, gua yang gelap, pantai, laut atau tempat lainnya dipandang keramat karena ditempati oleh roh halus atau makhluk ghaib. Mereka meyakini bahwa kejadian kejadian alam seperti hujan, petir, banjir. gunung meletus atau gempa bumi adalah akibat perbuatan roh halus. atau makhluk ghaib. Untuk menghindari malapetaka maka roh halus atau makhluk ghaib harus selalu dipuja. Kepercayaan terhadap roh halus ini disebut dengan animisme

Selain percaya kepada roh halus, mereka juga percaya bahwa benda benda tertentu seperti kapak, mata tombak atau benda lainnya memiliki kekuatan ghaib, karena ada kekuatan ghaibnya maka benda tersebut harus dikeramatkan. Kepercayaan bahwa benda memiliki kekuatan ghaib disebut dengan dinamisme

b. Nilai Gotong Royong

Masyarakat praaksara hidup secara berkelompok, mereka bergotong royong untuk kepentingan bersama, contohnya membangun rumah yang dilakukan secara bersama sama. Budaya gotong royong juga dapat terlihat dari peninggalan mereka berupa bangunan bangunan batu besar yang dapat dipastikan dibangun secara gotong royong.

c. Nilai Musyawarah

Dalam kehidupan berkelompok, masyarakat praaksara telah mengembangkan nilai musyawarah. Hal ini dapat ditunjukkan dengan dipilihnya pemimpin yang dianggap paling tua (sesepuh) yang mengatur masyarakat dan memberikan keputusan untuk memecahkan persoalan bersama yang dihadapi.

d. Nilai keadilan

Nilai keadilan sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat praaksara, yaitu adanya pembagian tugas sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Tugas antara kaum laki laki berbeda dengan kaum perempuan. Hal ini mencerminkan sikap yang adil karena setiap orang akan memeroleh hak dan kewajiban sesuai kemampuannya.

e. Tradisi Bercocok Tanam

Salah satu cara yang dilakukan oleh masyarakat praaksara untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah dengan bercocok tanam. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya alat khas pertanian yang berupa beliung persegi dan alat lainnya.

f. Tradisi Bahari (Pelayaran)

masyarakat praaksara telah mengenal ilmu astronomi. Ilmu ini sangat membantu pada saat mereka berlayar dari pulau ke pulau dengan memakai perahu yang sederhana. Perahu perahu caadik merupakan bentuk yang paling umum dikenal pada waktu itu. Perahu bercadik adalah perahu yang kanan kirinya dipasang alat dari bambu dan kayu agar perahunya tidak mudah oleng. Perahu bercadik memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masa praaksara, selain sebagai saraa lalu lintas sungai dan laut, perahu ini juga berperan dalam alat penyebara budaya.

Nilai Nilai Budaya Masa Praaksara di Indonesia - Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon dimaafkan karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan. apabila kalian berfikir artikel ini bermanfaat.. mohon di share keteman teman kalian dalam rangka menumbuh kembangkan cinta tanah air sejak dini. Sekian dan Terimakasih

Tag : IPS, Sejarah
Back To Top