Saturday, November 12, 2016

Faktor Faktor Penyebab Perubahan pada Benda

Faktor Faktor Penyebab Perubahan pada Benda - Semua benda yang ada di alam, sebenernya mengalami perubahan. Sebuah rumah yang dahulu tampak megah, beberapa tahun kemudian mulai mengalami retak retak, bahkan ada bagian bagiannya yang hancur. Sebuah patung yang berdiri dengan kokoh, suatu saat akan mengalami pengeroposan. Demikianlah sebagian perubahan benda yang terjadi di sekitar kita. ada tiga faktor penyebab perubahan benda yang sering kita lihat yaitu Pelapukan, Perkaratan, dan Pembusukan. Kita akan mempelajari faktor faktor penyebab perubahan benda berikut ini.

1. Pelapukan

Faktor Faktor Penyebab Perubahan pada Benda
source img :http://rizqigeos.blogspot.co.id


Perubahan dapat terjadi pada berbagai benda, baik benda yang lunak, maupun benda yang amat keras. Tentu saja, Proses perubaha benda juga membutuhkan waktu yang berbeda. Ada perubahan yang butuh waktu singkat, ada juga yang membutuhkan waktu yang lama.

Batu termasuk benda yang mengalami pelapukan. Batu dikatakan mengalami pelapukan juka hancur menjadi bagian bagian yang lebih kecil. Batu yang semula tampak utuh, setelah mengalami pelapukan akan pecah menjadi batu batuan yang lebih kecil. Bentuknya pun kadang berubah menjadi bergerigi, runcing, atau bagaikan lembaran lembaran tipis. Mengapa batuan bisa lapuk?

Ada tiga jenis pelapukan yaitu pelapukan biologi, pelapukan fisika, dan pelapukan kimia.

a. Pelapukan biologi.

Pelapukan biologi adalah pelapukan yang terjadi karena kegiatan makhluk hidup. Pelapukan biologi pada batuan bisa terjadi jika batuan ditumbuhkan oleh tumbuhan atau lumut. Peristiwa ini dapat diamati di daerah daerah yang lembap. Tumbuhan dan lumut bisa hidup di bebatuan karena di situ ada sedikit tanah dan air. Setelah berlangsung beberapa lama, tumbuhan bertambah besar. Akar akarnya mencengkeram makin kuat sehingga mampu memecahkan batuan. Kejadian mirip seperti ini terjadi pada trotoar yang ditanami pohon pohonan. Sewaktu pohon pohonan masih kecil, belum timbul masalah. Akan tetapi, setelah pohon pohonan bertambah besar, akarnya bertambah kuat dan menjalar ke mana mana. Akibatnya, lama kelamaan trotoar bisa retak dan hancur.

Masih banyak lagi contoh pelapukan biologi. Perhatikan kayu kayu yang ada di rumah dan disekolahmu. Apakah kayu kayu itu masih utuh atau sudah berlubang lubang? beberapa kayu mungkin masih utuh dan tampak halus, tetapi sebagian lagi mungkin sudah berlubang. Kayu dapat mengalami pelapukan karena dimakan oleh rayap. Rayap sebenernya hidup di dalam tanah. Rayap bisa juga hidup pada kayu dan batang pohon. Kayu juga dapat mengalami pelapukan akibat ditumbuhi jamur.

Perhatikan pula tembok pagar yang di tumbuhi tanaman merambat. Pada mulanya, sebelum ditumbuhi tanaman, tembok itu halus. Akan tetapi, lama kelamaan tembok menjadi tidak halus lagi. Di tembok tersebut timbul lubang lubang bekas akar tanaman itu melekat, Semua ini menunjukkan peristiwa pelapukan secara biologi.

b. Pelapukan Fisika

Pelapukan fisika adalah pelapukan yang terjadi karena faktor faktor alam, misalnya angin, air, atau cahaya matahari. Angin yang bertiup sepanjang siang dan malam hari dapat memindahkan batuan sedikit demi sedikit. sementara itu, angin yang bertiup kencang di daerah pegunungan dapat menggelindingkan batuan dari puncak gunung ke dasar jurang. Selama berpindah tempat itulah, batuan bergesekan dengan tanah atau batuan lain sehingga mengalami pelapukan. Batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil. Misalnya pasir dan kerikir.

Air yang menetes sedikit demi sedikit juga dapat menyebabkan pelapukan batuan. Perhatikan tetesan hujan yang jatuh di halaman rumahmu. Tetes tetes hujan tersebut kelihatannya tidak terlalu deras. Akan tetapi, tetesan hujan yang berlangsung terus menerus dapat membuat batu menjadi berlubang. Mula mula lubang yang terbentuk hanya kecil, namun lama kelamaan lubang membesar. Lubang tersebut kemudian berisi air. Apa yang terjadi dengan air dan batu tersebut?. pada siang hari, di air dan batu berubah menjadi dingin pada malam hari, air dan batu berubah menjadi dingin sehingga menyusut atau ukurannya sedikit mengecil. Perubahan silih berganti antara mengembang dan menyusut dalam waktu yang lama dapat menyebabkan batuan pecah (lapuk).

c. Pelapukan kimia.

Pelapukan kimia adalah pelapukan yang terjadi ketika benda benda bereaksi dengan zat zat kimia. Contoh pelapukan kimia adalah hujan asam yang mengakibatkan perubahan pada benda benda yang diterpanya. Hujan asam terjadi karena zat zat pencemar dari bumi berekasi dengan air di atmosfer, lalu turun sebagai hujan.

Hujan asam dapat melapukkan benda benda yang terdapat di ruang terbuka. Hujan asam juga dapat membunuh tumbuhan yang terkena cairannya. Apakaha pelapukan bisa dicegah? beberapa pelapukan dapat dicegah, terutama pelapukan yang terjadi pada kayu. Upaya mencegah pelapukan antara lain dengan merendam kayu yang akan digunakan sebagai bahan bangunan selama berbulan bulan di dalam air. bisa juga dengan melapisi kayu dengan cat atau bahan antirayap. Pelapukan harus dicegah agar bangunan tidak mudah ambruk. Bayangkan jika kayu dimakan rayap hingga keropos. Tentu saja kayu itu tidak mampu lagi menyangga bangunan. Bangunan bisa menjadi ambruk dan tentunya ini sangat membahayakan jiwa penghuninya.

2. Perkaratan

Pernahkah kamu melihat paku atau kawat yang sudah berkarat? apaah paku yang sudah berkarat sama dengan paku yang masih baru? tentu berkarat sama dengan paku yang masih baru? tentu berbeda, bukan? paku yang masih baru tampak mengilap dan permukaanya masih harlus. Sebaliknya, paku yang sudah berkarat tidak lagi mengilap dan permukaannya terasa kasar.

Logam, terutama besi dan baja, akan berkarat jika bersentuhan langsung dengan air dan udara. Berarti, air dan udara dapat mengubah keadaan logam. Sepotong kawat yang terkena hujan atau embun, lama kelamaan akan berkarat. Demikian pula, atap rumah yang terbuat  dari lembaran seng, lama kelamaan akan berkaratdan bahkan bisa timbul kebocoran dimana mana. Kaleng yang dibiarkan tergelatak di halaman sekolah atau di kebun juga berkarat, kawat, seng, dan kaleng merupakan benda benda yang terbuat dari logam dan mudah berkarat.

Gejala perkaratan bisa sangat merugikan. Perkaratan tidak hanya terjadi pada barang murah seperti paku dan pisau. Barang yang mahal sekalipun tidak luput dari masalah perkaratan. Perkaratan bisa terjadi pada sepeda motor, mobil dan kapal laut. Sepeda motor dan mobil senantiasa terkena air, baik ketika dicuci maupun ketika terjadi hujan, Apabila pada musim hujan, air bercampur dengan lumpur sehingga bisa membuat bagian bagian mobil cepat berkarat. Pada kapal laut, sedangkan bagian atasnya sering kali terkena percikan air laut. Air tersebut tidak pernah kering, meskipun terkena sinar matahari. Kontak antara air laut dan udara dengan badan kapal menyebabkan badan kapal menjadi cepat berkarat.

3. Pembusukan

Pembusukan merupakan gejala yang mudah kita temui sehari hari. Pembusukan terjadi pada bahan makanan, antara lain, nasi ikan, buah buahan, dan sayuran. Bahan bahan ini mudah membusuk jika dibiarkan di tempat terbuka. Perhatikan sepiring nasi yang diletakkan di atas meja. Apa yang terjadi dengan nasi tersebut keesokan hari? tentu nasi akan membusuk (basi). Baunya tidak lagi harum, Melainkan terasa agak masam. Ikan juga mudah membusuk. Ikan yang masih segar pada pagi hari, mulai membusuk siang hari atau sore hari.

Ikan yang masih segar terasa kenyal. Lama kelamaan, ikan mulai lembek yang menandakan ikan sudah tidak segar lagi. Jika terus menerus dibiarkan, maka esok hari ikan sudah membusuk. Baunya menusuk hidung. Kemudian banyak lalat yang mengerubuti ikan yang busuk tersebut.

Buah buahan pun mudah mengalami pembusukan. Buah buahan yang sudah matang akan membusuk jika tidak segera dimakan. Apalagi jika buahan buahan itu sudah dibelah, atau dikupas, proses pembusukan bisa berlangsung lebih cepat. Kamu dapat membuktikanny dengan cara meletakkan buah pisang di atas meja. Bandingkan antara buah pisang yang telah dibuka kulitnya dengan buah pisang yang kulitnya masih utuh. Manakah yang akan lebih cepat membusuk.?

Bahan Makanan mengalami pembusukan akibat aktivitas jamur dan bakteri. Jamur dan bakteri dapat kita lihat pada roti atau kue basah yang diletakkan di udara terbuka selama beberapa hari. Jamur dan bakteri mudah berkembang pada tempat yang lembap, misalnya pada nasi yang sedikit berair pada pakaian yang agak basah. Jamur dan bakteri juga berkembang pada tempat yang sudah kadaluwarsa. Jamur dan bakteri yang tumbuh pada makanan sangat berbahaya karena dapat membusukkan makanan dan menghasilkan zat berazun. Makanan busuk jika di konsumsi dapat mengakibatkan keracunan. Keracunan makanan antara lain ditandai dengan kepala pusing, Perut merasa mual, dan muntah muntah

Karena berbahaya, maka jamur dan bakteri harus dihambat perkembangannya pada makanan. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, misalnya menyimpan makanan dalam kulkas, memanaskan, dan mengeringkan makanan. Meyimpan makanan dalam kulkas berarti menghambat pertumbuhan dan aktivitas jamur atau bakteri yang merusak makanan. Mengeringkan makanan juga dapat menghambat pertumbuhan jamur.

Seperti kita ketahui, jamur mudah tumbuh pada lingkungan yang lembap. Sebaliknya, jamur sulit berkembang pada lingkungan yang kering. Memanaskan makanan bertujuan untuk membunuh benih jamur yang mungkin terdapat pada makanan. Memanaskan makanan bisa dilakukan dengan menggoreng, merebus atau membakarnya. Hal ini efektif untuk mencegah pertumbuhan jamur karena jamur tidak dapat bertahan hidup pada suhu yang tinggi.

Selain itu, dapat dilakukan penambahan bahan pengawet yang aman pada makanan. Pemberian bahan pengawet bertujuan untuk menghambat pertumbuhan jamur atau menghambat pembusukan, bahan pengawet alami yang biasa digunakan adalah garam dan gula. Garam biasanya ditabur pada ikan atau daging yang masih segar, Gula digunakan sebagai pengawet pada manisan atau dendeng.

Faktor Faktor Penyebab Perubahan pada Benda - mungkin itu saja yang dapat sampaikan kurang lebihnya mohon di maafkan karena saya juga manusia yang tak luput dari kesalahan, tunggu pengetahuan pengetahuan yang akan saya bagikan ya. See you