Monday, November 2, 2015

Dalil Prinsip dan Praktik Ekonomi dalam Islam

Dalil Prinsip dan Praktik Ekonomi dalam Islam yang di jadikan acuan umat islam dalam melakukan kegiatan ekonomi adalah sbagai berikut :

A) Hendaknya di lakukan dengan cara yang baik

Cara yang baik dalam upaya memperoleh rezeki sebagai bagian dari kegiatan ekonomi hendaklah di lakukan secara benar dan halal. jangan sampai umat islam terjerumus dalam kegiatan yang batil. hal ini sesuai dengan firman Allah swt. dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 29 yaitu :


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا (29)


Artinya :  Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan harta-harta kalian di antara kalian dengan cara yang batil, kecuali dengan perdagangan yang kalian saling ridha. Dan janganlah kalian membunuh diri-diri kalian, sesungguhnya Allah itu Maha Kasih Sayang kepada kalian..(QS. An-Nisa 29)

Rasulullah saw. pun bersabda dalam sebuah hadis :

Artinya : Al Miqdam ra. berkata, rasulullah saw. bersabda : Tidak makan seseorang itu satu makanan yang lebih baik dari pada hasil usaha tangannya (sendiri) dan sesungguhnya Nabi Allah Daud a.s. makan dari usaha tangannya sendiri" (HR Bukhari)

B) Hendaklah kegiatan ekonomi teradministrasikan dengan tertib

Allah berfirman dalam surah Al-baqarah ayat 282 yang bunyinya :

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu melakukan utang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar  (Qs. Al-Baqarah : 282)

source img : ekonometri.com

C) Dilakukan secara terencana dan profesional

Agar memperoleh hasil yang maksimal dan memperoleh keberkahan, umat islam dalam melakukan kegiatan islam harus di lakukan secara terencana dan professional. Caranya sebagai berikut :

1) Mengutamakan faktor keahlian dalam mengelola ekonomi

Pengelolaan ekonomi perlu dilakukan oleh orang orang yang memiliki keahlian. Dengan dilakukan oleh para ahlinya, pekerjaan dapat menghasilkan ekonomi yang maksimal. Sebaliknya, kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian, hanya akan memperoleh kegagalan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. Yaitu :

Artinya : Rasulullah saw bersabda : "Apabila amanah telah hilang maka kehancuran akan datang, seseorang shabat bertanya : Bagaimana amanah tersebut bisa hilang wahai Rasulullah. Rasul menjawab : Apabila suatu pekerjaan di serahkan kepada yang tidak ahli, maka akan hancur (HR. Bukhari)

2). Dilakukan dengan penuh amanah

Setiap umat islam melakukan kegiatan ekonomi islam harus di lakukan dengan penuh amanah, artinya masing masing dapat saling dipercaya, kekecewaan diantara kedua belah pihak pun dapat dihindari. Firma Allah swt. dalam Al Qur'an surah Al - Mu'minun ayat 8 :

Artinya : Dan sungguh beruntung orang orang yang memelihara amanat amanat dan janjinya (Q.S Al-Mu'minun:8)

3). Dilakukan dengan penuh tanggung jawab  

Kegiatan ekonomi islam yang dilakukan oleh umat islam harus dapat dipertanggungjawabkan, baik didunia maupun di akhirat, karena setiap orang islam adalah seorang pemimpin sehingga apapun kegiatan yang dilakaukan termasuk kegiatan ekonomi, akan dimintai pertanggujawabannya, nabi muhammad saw dalam hadis  yang di riwayatkan oleh ibnu Umar ra. bersabda :

Artinya : Ibnu umar ra pernah mendengar Rasulullah saw bersabda : Setiap dari kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan di mintai pertanggung jawabannya"

4) Dilakukan secara adil

Adil berarti melakukan sesuatu sesuai norma yang berlaku atau meletakkan sesuatu pada tempatnya, adil dalam kegiatan ekonomi adalah melakukan kegiatan ekonomi sesuai dengan norma agama Islam secara konsisten . Allah swt berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-ma'idah ayat 8 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ


خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya :  Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al-ma'idah:8)