Faktor Faktor yang Menyebabkan Perubahan Makhluk Hidup

Faktor Faktor yang Menyebabkan Perubahan pada Makhluk Hidup - Coba perhatikan tumbuhan dan hewan di sekitar Anda. Tumbuhan dan hewan tersebut beraneka ragam jenis dan bentuknya. Contohnya pada buah mangga, berbagai jenis mangga dapat menunjukkan ciri yang berbeda, antara lain dalam hal ketebalan daging buah dan rasanya. Ada mangga yang dagingnya tebal dan rasanya manis, dagingnya tipis rasanya masam, dagingnya tebal buahnya masam, dagingnya tipis rasanya manis, dan lain sebagainya.

Keanekaragaman hayati yang ada pada tingkat jenis. Menurut anda, bagaimana hal ini dapat terjadi? bagaimana sifat sifat tersebut ada pada mangga? Para ahli biologi berpendapat bahwa makhluk hidup mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan yang dimaksud adalah perubahan selain proses tumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Perubahan tersebut terjadi secara perlahan dalam waktu ratusan, bahkan ribuan tahun dan bersifat tidak dapat balik.

Dan sekarang mari kita simak apa saja Faktor Faktor yang Menyebabkan Perubahan Makhluk Hidup.

1. Pengaruh Lingkungan Terhadap Gen

 

Sifat individu dari suatu jenis makhluk hidup di tentukan oleh gen. Menurut anda, apakah sifat sifat tersebut pada individu dipengaruhi langsung oleh lingkungan? Perhatikan gambar.

source img : lam & lam , 2004

Perubahan warna lemak pada kelinci pertama, bukan disebabkan perubahan gen karena pengaruh makanan, tetapi karena kelinci tersebut mempunyai enzim yang menguraikan pigmen pigmen pada jenis makanannya. Dari contoh ini, kita dapat menyimpulkan bahwa gen yang meentukan warna lemak pada kedua macam kelinci tersebut, tidak terpengaruh oleh jenis makanannya.

2. Adaptasi dan Seleksi


Perubahan lingkungan yang menyebabkan makhluk hidup menjadi tidak adaptif terhadap lingkungannya akan menyebabkan makhluk itu punah, sedangkan makhluk hidup yang tetap adaptif dengan lingkungannya akan tetap hidup. sebagai contoh adalah populasi ngengat Biston betularia di inggris.

Mengapa terjadi perubahan populasi? menurut dugaan, hal tersebut dapat terjadi karena sebelum revolusi industri lingkungan belum tercemari polusi udara berupa asap berjelaga, sehingga ngengat bersayap cerah lebih adaptif dari pada ngengat bersayap gelap.

Sebaliknya, setelah revolusi industri lingkungan lebih gelap karena tertutupi oleh polusi udara asap berjelaga. Sehingga ngengat bersayap gelap lebih adaptif degan lingkungannya, sedangkan ngengat bersayap cerah tidak adaptif karena mudah di tangkap oleh predatornya.

Keadaan ngengat Biston betularia tersebut sama dengan populasi burung puyuh, dimana bentuk burung puyuh yang menyerupai gumpalan tanah akan sukar dikenali oleh predatornya. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa adaptasi terhadap lingkungan merupakan salah satu mekanisme seleksi alam.

3. Seleksi Alam Berdasarkan Resistensi

Dewasa ini penggunaan obat obatan antibiotika, insektisida, dan sebagainya semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh pemakaian zat zat tersebut dengandosis yang tidak tepat, sehingga menyebabkan kenaika resistensi (daya tahan) organisme yang akan diberantas. Resistensi organisme yang meningkat akan menyebabkan meningkatnya penggunaan obat obatan.

Secara alami, ada bakteri yang resisten (bersifat resesif) dan yang tidak resisten (bersifat dominan), sehingga populasi yang tidak resisten mendesak yang resisten. Dengan pemberian antibiotika, populasi bakteri yang tidak resisten menurun, sedangkan yang resisten tetap hidup dan menurunkan keturunan yang resistensinya lebih tinggi.



KOLONI BAKTERI

Resistensi

Tidak ada Resistensi

Sebelum revolusi antibiotik

Jumlah Polusi kecil, sebab terdesak oleh yang tidak resisten dan yang dominan.

Populasinya besar karena
bersifat dominan

Sebelum pemberian antibiotik

Tetap hidup bahkan resistensi keturunannya meningkat.

Populasinya berkurang karena banyak yang mati

4. Seleksi Buatan


Seleksi buatan dilakukan manusia untuk meningkatkan hasil budi daya hewan dan tumbuhan yang dianggap lebih baik produks, mutu, maupun daya tahannya. Usaha tersebut sering diikuti dengan kegiatan persilangan. Persilangan dilakukan, baik dalam bidang pertanian maupun peternakan. Dalam bidang pertanian di kenal dengan varietas padi IR 36, varietas kedelai Mruia, dan beberapa jenis kol