Pengertian Ulul Azmi Serta Rasul yang Mendapat Gelar Tersebut

Pengertian Ulul Azmi dan Rasul yang mendapat Gelar Tersebut - Ulu al-Azmi adalah sebuah gelar kenabian istimewa yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan khusus karena ketabahan dan kesabaran yang luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid. Sepanjang sejarah, 25 rasul yang melaksanakan tugas dari Allah swt. memiliki kelompok umat dan rintangan yang berbeda. Misi para rasul disampaikan kepada umat manusia, tanpa ada sedikit pun yang tertinggal. termasuk misi yang mendatakngkan risiko tantangan, rintangan, dan ancaman.

Dalam mendakwahkan agama Allah swt. para rasul ada yang dihadapkan dengan tantangan, rintangan dan ancaman yang luar biasa. ketika menghadapi tantangan, dan rintangan dan ancaman tersebut, para rasul memiliki cara yang berbeda beda dalam menyikapinya. dari perbedaan dalam menyikapi segala bentuk rintangan tantangan dan ancaman dakwah, timbullah sebutan rasul ulul azmi. Bagaimana kriteria ulul azmi? berikut ini dalah keriteria dari Rasul Ulul Azmi.

a) memperoleh pengiktirafan Allah swt.
b) memiliki kesabaran yang tinggi
c) senantiasa memohon kepada Allah agar kaumnya tidak diberikan azab
d) senantiasa berdoa kepada Allah agar kaumnya diberikan hidayah
e) memiliki tekad yang tinggi semasa berdakwah
f) senantiasa mensyukuri semua keadaan yang dianugerahkan Allah swt.

Namun seacara umum, hanya lebih diutamakan kepada kriteria yang kedua, yakni: para rasul yang memiliki tekad dan keteguhan hati yang kuat dengan disertai kesabaran dan ketabahan hati yang luar biasa dalam menghadapi segala bentuk rintangan dan tantangan dalam mendakwahkan Agama Allah swt. sedangkan yang termasuk para rasul yang memperoleh gelar Rasul yang memperoleh gelar Ulul azmi adalah :

1) Nabi Nuh as.
2) Nabi Ibrahim as.
3) Nabi Musa as.
4) Nabi Isa as. dan
5) Nabi Muhammad saw.

Sebagai bukti bahwa Allah swt. menetapkan lima Rasul tersebut diatas sebagai rasul Ulul azmi adalah Firman Allah swt. pada Qs. Al-ahzab/33:7 dan Qs. Asy-Syura/42:13 berikut :

وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا (٣١)
31. Dan barang siapa diantara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh[1], niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya[2].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahzab-ayat-31-40.html#sthash.i9W5tlrj.dpuf

وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا (٣١)
31. Dan barang siapa diantara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh[1], niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya[2].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahzab-ayat-31-40.html#sthash.i9W5tlrj.dpuf
وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا (٣١)
31. Dan barang siapa diantara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh[1], niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya[2].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahzab-ayat-31-40.html#sthash.i9W5tlrj.dpuf
وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا (٣١)
31. Dan barang siapa diantara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal saleh[1], niscaya Kami berikan pahala kepadanya dua kali lipat dan Kami sediakan rezeki yang mulia baginya[2].
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-ahzab-ayat-31-40.html#sthash.i9W5tlrj.dpuf
 Artinya :

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putera Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh," – (QS.33:7)


شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ


Artinya :

"Dia telah mensyariatkan bagi kamu (Muhammad), tentang agama, (seperti) apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh, dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: 'Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah-belah tentangnya'. Amat berat bagi orang-orang musyrik, (untuk mengikuti) agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu, orang yang dikehendaki-Nya, dan memberi petunjuk kepada (agama-)Nya, orang yang kembali (kepada jalan-Nya)." – (QS.42:13)

Pengertian Ulul Azmi Serta Rasul yang Mendapat Gelar Tersebut - Terimakasih sudah berkunjung ke website yang sederhana ini, yang saya harapkan adalah kalian mengetahui apa itu ulul azmi dan rasul rasul yang mendapatkan gelar tersebut, terimakasih kepada website https://islamagamauniversal.wordpress.com/db_cover/e_qs_042/ yang sudah membagikan Ayat ayat suci Al-Qur'an.