Thursday, September 1, 2016

Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948 - 1965)

Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948 - 1965) - Alangkah hebatnya bangsa kita sebenarnya. indonesia dalah negeri yang terdiri dari 17.500 pulau. lebih dari 300 kelompok etnik, 1.340 suku bangsa.6 agama resmi dan belum termasuk beragam aliran kepercayaan, serta 737 bahasa. kita harus bersyukur pada Tuhan YME, atas keberuntungan bangsa kita yang hingga kini tetap bersatu dalam keberagaman meskipun berbagai kasus konflik dan pergolakan sempat berlangsung di masyarakat.

Dalam sejarah republik ini, konflik dan pergolakan dalam skala yang lebih besar bahkan pernah terjadi. bila sudah begitu, lantas siapa pihak yang paling dirugikan? tak lain adalah rakyat, bangsa kita sendiri. bab berikut ini kalian pelajari beberapa pergolakan yang pernah berlangsung di dalam negeri akibat ketegangan politik selama rentang tahun 1948 - 1965.

Tahun 1948 ditandai dengan pecahnya pemberiontakan besar pertama setelah indonesia merdeka, yaitu pemberontakan PKI di madiun. sedangkan tahun 1965 merupakan tahun dimana berlangsung peristiwa G30S/PKI yang berusaha merebut kekuasaan dan mengganti ideologi pancasila.

1. Persitiwa Konflik dan pergolakan yang berkaitan dengan ideologi.

Berbagai Pergolakan di Dalam Negeri (1948 - 1965)


Termasuk didalam kategori ini adalah pemberontakan PKI madiun, pemberontakan DI/TII dan pristiwa G30S/PKI. ideologi yang diusung oleh PKI tentu saja komunisme, sedangkan pemberontakan DI/TII berlangsung dengan membawa ideologi agama.

Perlu kalian ketahui bahwa menurut Herbert Feith, seorang akademisi Australia, aliran plitik besar yang terdapat di indonesia pada masa setelah kemerdakaan terbagi dalam lima kelompok : Nasionalisme radikal (diwakili oleh PNI). Islam (NU dan Masyumi), komunis (PKI). sosialisme demokrat (parta sosialis indonesia/PSI), Tradisionalis jawa (Partai indonesia Raya/PIR, kemlompok teosofis/kebatinan, dan birokrat pemerintah). pada masa itu kelompok kelompok tersebut nyatanya memng saling bersaing degnan mengusung idelogi mereka masing masing.

2. Peristiwa Konflik dan pergolakan yang berkait dengan kepentingan (vested insterest)

Termasuk dalam kategori ini adalah pembeontakan APRA, RMS dan Andi Aziz.vested insterest merupakan kepentingan yang tertanam dengan kuat pada suatu kelompok. kelompok ini biasanya berusaha untuk mengontrol suatu sistem sosial atau kegiatan untuk keuntungan sendiri.

Mereka juga sukar untuk mau melepas posisi atau kedudukannya sehingga sering menghalangi suatu prose perubahan, baik APRA RMS, dan peristiwa andi aziz, semuanya berhubungan dengan keberadaan pasukan KNIL atau tentara kerajaan di hindia belanda, yang tidak mau menerima kedatangan tentara indonesia di wilayah wilayah sebelumnya mereka kuasai. dalam situasi seperti ini konflik pun terjadi

3. Peristiwa konflik dan pergolakan yang berkait dengan sistem pemerintahan

Termasuk dalam kategori ini adalah persoalan negara federal dan BFO, serta pemberontakan PRRI dan Permesta. Masalah yang berhubungan dengan negara federal mulai timbul ketika berdasarkan perjanjian linggar jati, indonesia disepakati akan berbentuk negara serikat/federal dengan nama rrepublik indonesia serikat (RIS). RI menjadi bagian RIS. negara negara federal lainnya misalnya adalah negara pasundan, negara madura atau negara indonesia timur. BFO sendiri adalah badan muswarah negara negara federal di luar RI, yang dibentuk belanda awalnya, BFO berada di bawah kendali belanda, namun makin lama bdan ini makin bertindak netralm tidak lagi melulu memihak belanda, pro kontra tentang negara negara federal inilah yang kerap juga menimbulkan pertentangan.

Sedangkan pemberontakan PRRI dan permesta merupakan pemberontakan yang terjadi akibat adanya ketidakpuasan beberapa daerah di wilayah indonesia terhadap pemerintahan pusat.